Liputan6.com, Kota Pinang – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus menilai pentingnya pemugaran Istana Kota Pinang di Kabupaten Labuhan Batu Selatan yang telah rusak.

Di sela-sela kunjungan ke Kota Pinang, Djarot Saiful Hidayat mengungkapkan keprihatinannya atas keberadaan Istana Kota Pinang yang kini tinggal puing-puing saja. Apalagi, ia melihat banyak coretan di puing-puing bangunan bersejarah tersebut.

Karena itu, Djarot berharap adanya pemugaran atau perawatan terhadap Istana Kota Pinang tersebut. Pemkab Labuhan Batu Selatan atau Pemprov Sumatera Utara juga diharapkan bisa membuat replika bangunan yang menjadi saksi sejarah bangsa itu.

Meski replika tersebut tidak sama besarnya dengan istana asli, diharapkan keberadaannya dapat menambah pengetahuan masyarakat mengenai sejarah Istana Kota Pinang.

"Meski tidak dapat sama dengan aslinya, minimal pemerintah bisa membuat replikanya walaupun kecil," ujar Djarot, seperti dilansir Antara, Rabu (6/6/2018).

Selain membangun replika kecil dari bangunan Kesultanan Kota Pinang, Djarot menyebut, pemerintah juga perlu membersihkan sisa-sisa bangunan istana sehingga menjadi salah satu objek wisata budaya di Labuhan Batu Selatan.

"Pembersihan puing-puing dan bangunan tersebut untuk memberikan kesempatan bagi generasi penerus mengenai sejarah Kesultanan Kota Pinang," kata Djarot Saiful Hidayat.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Bagian Penting Sejarah

Pasangan calon gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat dan wakilnya Sihar Sitorus tersenyum saat pengumuman cagub-cawagub PDIP di kantor DPP PDIP Lenteng Agung, Jakarta, Minggu (7/1). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Tak hanya itu, Djarot menilai keberadaan istana Kesultanan Kota Pinang yang dulunya sangat megah merupakan bagian dari heritage karena sudah ada sejak 1630.

"Ini penting bagi generasi muda untuk tahu sejarah bangsanya. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang tahu akan sejarahnya," jelas Djarot.

Original Article