Liputan6.com, Bandung Ada yang berbeda dengan Ramadan 2018. Bulan puasa tahun ini ditemani dengan cuaca panas terik yang diselingi hujan dengan intensitas yang tinggi. Ya, bulan Ramadan 2018 jatuh di musim pancaroba.

Berdasarkan data Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (PSTA LAPAN) sebagian Pulau Jawa dalam pencitraan satelit yang dimilikinya pada bulan ini sudah masuk ke musim kemarau. Hal itu ditandai oleh penurunan curah hujan yang hampir terjadi disebagian besar wilayah Indonesia.

Musim pancaroba ini akan berakhir saat memasuki puncak musim kemarau pada bulan Juni 2018. Agar aktifitas puasa Ramadan tidak terganggu selama musim pancaroba ini, beberapa hal dapat dilakukan.

"Pola asupan gizi seimbang tetap menjadi acuan seperti sumber energi, protein, lemak, vitamin dan mineral serta tetap diperlukan sesuai kebutuhan masing-masing orang," kata ahli diet Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Iis Rosita kepala Health-Liputan6, Bandung, ditulis Minggu (3/6/2018).

Iis Rosita menjelaskan kondisi cuaca yang tidak jelas sekarang, kebutuhan asupan air dalam tubuh saat berpuasa menjadi hal penting dan harus diperhatikan. Standar asupan air yang diminum kata Iis, antara enam sampai delapan gelas setiap hari.

Tentunya saat mengkonsumsi air pada bulan Ramadan dilakukan saat malam hari. Agar tidak merasa jenuh atau bosan akan kewajiban mengkonsumsi air ini, terdapat beberap cara mengakalinya.

"Konsumsi cairan tidak harus air putih melulu tapi bisa dikombinasikan dengan jenis sajian minuman lainnya seperti jus buah, teh manis dan jenis lainnya," ujar Iis.

Saksikan juga video menarik berikut:

Banyak Minum

Ilustrasi matahari (iStockPhoto)

Selain air kata Iis, guna daya tahan tubuh tetap stabil dari gangguan kesehatan selama berpuasa di cuaca pancaroba maka jangan dilupakan makanan dengan kandungan protein. Hal itu berlaku untuk setiap tingkatan usia lansia, dewasa dan anak – anak. Protein pula dibutuhkan sebagai sumber energi.

Asupan lain yang dibutuhkan oleh tubuh saat berpuasa adalah vitamin dan mineral. Sayuran dan buah-buahan dianggap sudah mencukupi sebagai sumber vitamin dan mineral.

"Kan disunnahkan oleh nabi saat buka puasa makan buah Kurma, ada baiknya pula disertai dengan mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran," jelas Iis.

Saran terbaik sebut Iis, yaitu mencari makanan yang dapat memperbaiki flora usus semisal yogurt. Yogurt disebutkan dapat memperbaiki sistem pencernaan. Jika sistem pencernaannya bagus maka kondisi daya tahan tubuh akan mengikuti.

Kalangan ahli gizi dan diet meyakini seluruh penyakit yang timbul, disebabkan kondisi daya tahan tubuh lemah akibat tidak sehatnya organ pencernaan. Terganggunya organ pencernaan itu menyebabkan berbagai jenis penyakit infeksi.

Original Article