Para pejabat kesehatan AS menyatakan lima orang menjadi korban wabah E. coli akibat daun selada yang terkontaminasi. U.S. Centers for Disease Control and Prevention mengumumkan hari Jumat empat orang lagi telah meregang nyawa akibat wabah penyakit ini. Para pasien yang meninggal dunia berasal dari Arkansas, California, Minnesota, dan New York. Badan itu mengatakan 197 pasien yang berasal dari 35 negara bagian jatuh sakit akibat mengkonsumsi daun selada yang terkontaminasi atau berinteraksi dari mereka yang menderita penyakit tersebut. Setidaknya 89 orang telah dilarikan ke rumah sakit. CDC menyatakan banyak dari kasus-kasus baru melibatkan orang-orang yang telah jatuh sakit dua atau tiga minggu yang lalu, saat daun selada yang terkontaminasi, yang menjadi bahan populer untuk salad, masih dijual bebas. Para pejabat kesehatan telah mengaitkan wabah E. coli dengan daun selada yang ditanam di Yuma, Arizona. Para pejabat telah mendesak warga untuk membuang semua daun selada setelah wabah pertama dilaporkan bulan Maret dan sekarang para pejabat mengatakan musim tanam di Arizona telah berakhir. Meskipun bahaya sebagian besar telah berlalu, namun laporan terkait kasus-kasus penyakit ini masih terus diterima disebabkan oleh waktu yang dibutuhkan para pejabat untuk mengumpulkan semua informasi dari rumah sakit Sebagian besar bakteri E. coli tidak berbahaya, namun ada yang menghasilkan zat-zat beracun yang dikenal sebagai racun Shiga, yang dapat menyebabkan kram perut parah, diare berdarah dan muntah-muntah. [ww]Original Article